Kamis, 10 Agustus 2017

Teh Lia's Wedding Story

Then the wedding day is coming, 6th August 2017.

I don't know how to start this writing. Rasanya kaku saja karena ini momen sakraknya Teh Lia. Acara yang bikin baper semua yang hadir di kondangan.

Yang pasti pagi itu, berangkat dari rumah Yasmin alias sepupu Teh Lia yang namanya sama dengan kontrakan akhwat, kita langsung ke tempat rias. Bukan mau ikutan didandan, tapi ketemu si calon pengantin sebelum do'i berubah status.

Iya kan abis akad, Teh Lia sudah berstatus married di KTP. Kita mau puas-puasin dulu main.

Tetiba kita akhwat travellers diminta menjadi penerima tamu. Pegang absen, mempersilahkan tempat duduk dan memberi souvenir.


Tempat kita ini memiliki jarak pandang langsung ke arah panggung. Tempat MC kocak memulai acaranya.

Seru deh, macam mendengar pantun. Melihat orasi puisi. Menonton musikalisasi drama.

Patepang-patipung, piye ngunu. Jadi kayak ada lima huruf 'p' dalam satu kalimat. Vokalisasi beliau memimpin pernikahannya seru. Kocak dan selalu bikin ketawa. Ya, meskipun aku nggak tahu artinya apa. Lucu aja permainan katanya.

Lalu rombongan suami datang. Sebelum masuk area janur kuning melengkung, Ibu dan Ayah menyambut dengan mengalungkan melati. Nggak tahu deh apa yang dibicarakan. Tapi yang jelas bukan ngomongin Dilan atau Milea :D

Setelah rombongan masuk area, sebelum sampai di pelaminan ada acara seserahan. Bingkisan yang dibawa rombongan pengantin laki-laki diserahkan ke keluarga perempuan.

Abis itu acara inti, akad! Siap-siap tisu..
Mbak Yul dan Mbak Dhil tetap tinggal di area penerimaan tamu, sedangkan aku dan Dek Iril sang PDD sejati ngacir. Kita mendekati pelaminan dengan kamera di tangan.

Tempatnya tak jauh, di teras rumah. Dan penerimaan tamu tepat di depan rumah Teh Lia.

Aku melihat semuanya dengan jelas. Proses ijab-qabul. Proses penyerahan tanggungjawab Ayah pada suami Teh Lia. Ya, setelah menikah amanah dialihkan.

Ayah tak lagi punyai tanggung jawab pada gadisnya. Karena sepenuhnya ia telah milik suami kemudian.

Aku seperti melihat getir pada wajah beliau. Gadis yang sudah diasuhnya puluhan tahun kini dalam sekejap berubah statusnya. Tapi calon suami sang gadis mantap mengucapkan..

"Saya terima nikahnya Nuzlia...," kekata yang diucapkan tegas. Janji yang menghapus keraguan Ayah untuk ikhlas melepas si gadis.

Dengan 10 gram emas, Teh Lia resmi menjadi istri si Aa'. Menurut agama, dan menurut negara.

Saaah!


Rasa haru menyeruak sekitar. Kulihat  ibu kedua mempelai menyeka bulir hangat yang merembes tanpa pamit. Anakku sudah dewasa.

Beberapa tamu yang hadir melakukan hal serupa. Juga seorang gadis di penerimaan tamu. Dengan tisu ia menghapus bening. Perlahan.

#ODOP



Rabu, 09 Agustus 2017

Jika Terlanjur Istiqamah

Istiqamah, mungkin bagi sebagian orang gampang. Bagiku, terkadang melakukannya terasa begitu berat.

Misal seperti sholat tahajjud. Tidak semua orang bisa bangun di dini hari yang dingin. Di kontrakan Yasmin, ibadah sunnah ini merupakan program wajib. Kalau nggak dilakukan bisa kena 'iqab.

Hukuman diberlakukan untuk memperketat anggota agar disiplin menabung pahala. Jika memang surga Allah adalah tujuan utama. Apalagi sholat ini diperintahkan lebih dulu dibanding shalat yang lima. Ibadah yang biasa dilakukan Nabi dan para sahabat, hingga kaki-kaki mereka bengkak semua.

Alhasil, pada rajin. Alhamdulillah.

Kan katanya serigala akan menerkam kambing yang sendirian. Ceuna wong Indonesia, bersatu kita bercerai kita runtuh That's why, kita kalo beribadah enaknya bareng-bareng.

Di suatu pagi, pernah kubangun dan sholat tanpa peduli. Suasana Yasmin lagi sepi. Ada beberapa orang yang juga bangun. Di lantai atas, dalam gelap kumeneruskan apa yang harus kulakukan hingga shubuh berkumandang.

Pertanda kuharus turun ke bawah untuk melanjutkan sholat berjama'ah.

Kulihat mas'ul sedang terduduk di ruang tengah. Ketua kontrakan itu terlihat memiliki pertanyaan yang disembunyikan. Ditambah melihat beberapa personel Yasmin yang turun tangga.

Seusai shubuh kutahu, bahwa ia sedang marah. Tak ada satupun dari kami yang membangunkannya. Membiarkan ia nyenyak tertidur dan ketinggalan qiyamul lail.

Kita mah apa, hanya butiran debu yang tertiup angin musim kemarau. Manusia yang rajinnya nggak rajin. Dan ketua kita adalah yang terajin.

Kita kira, dia sudah bangun terlebih dahulu. Biasanya juga begitu. Tapi kenyataan bukan pada kenyataan hari itu.

"Nggak enak tahu rasanya. Kalau sudah biasa bangun malam, terus nggak sholat itu kayak ada yang hilang," rungutnya agar kita tetap saling mengingatkan. Agar tak lupa saling membangunkan. "Surga terlalu luas untuk kita tinggali sendirian."

Kebiasaan yang wajib dilestarikan.

Enaknya punya teman yang ngingetin kalo lupa. Namun kita

Ikut challenge #ODOP #BloggerMuslimahIndonesia sebenarnya adalah satu langkah yang baik. Kalau lagi bolos posting pasti rasanya hampa. Seperti teh tanpa gula. Eh tapi di Bandung, kita suka disuguhin menu macam ni. Seger!

Hmm, yuk istiqamah! Meski harus menulis di kereta atau ngetik sambil mbonceng, motoran.

Senin, 07 Agustus 2017

Biar Basa-basimu Nggak Garing

Basa-basi bukan berarti hal yang membuat  hayati lelah lho. Nggak melulu dimulai dengan pertanyaan mainstream 'kapan nikah' atau 'ngajar di mana' dan pertanyaan sejenisnya. Hihi, masak baru ketemu langsung nanya-nanya tentang privasi begitu.

Eh, privasi nggak sih? Rumput yang bergoyang ngangguk-ngangguk mengiyakan. Yes!

Anak jaman sekarang ibaratnya bule yang nggak mau ditanya tentang agama karena kebanyakan atheis. Seperti wanita yang ditanya-tanya usia. Nah, privasi tuh.

Nah, biar lawan bicara  nggak tersinggung kita kudu kreatif nih. Bikin pertanyaan atau kalimat yang membuat suasana semakin hidup. Kan kasian sudah gempor keliling satu desa, giliran bertandang ke rumah kita malah dibikinnya hati lelah juga.

Apalagi setiap rumah yang dikunjungi melemparkan pertanyaan serupa. Ups, wawancara sekampung? T.T Hayati benar-benar lelah Bang Udin. Lemparkan saja Hayati ke Gili Labak, duile maunya :D

Ada beberapa tips and trik nih biar teman lama atau saudara jauhmu nggak butek jutek saat kau memulai basa-basimu.

Memuji Penampilan
Kita mulai dengan yang terlihat ajah. Pakaian misalnya. Lebaran biasanya jadi ajang kita megap-megap, cuci mata gratis. Orang-orang keluar dengan pakaian terbaik mereka. Jadi cobalah akui keindahan yang tampak di depan mata.

"Neng Geulis, bajunya cakep pisan. Beli di mana?"

Kalau dia nggak beli cari deh hal positif lainnya.

"Wah, jahit sendiri ya? Keren sekali kau ni. Bolehlah Akak diajak belajar bareng," ini Kak Ros lagi mudik ceritanya :p

Barangkali make-up nya.

"Duh beningnya, lipstik kamu matte-nya juga bagus. Cantik sangat," nah bisa-bisa dia yang kasi  angpau bukannya kamu sebagai tuan rumah, hoho. Kalau dielak emang bahwa riasannya alami, tanya rahasianya.

"Bagi tipsnya dong pakai apa jadi kinclong gitu! Masker alpukat atau beras sama bengkoang?"

"Nggak Mbak, cuma istiqamah menjaga wudhu sama rajin tahajjud."

"Subhanallah sholehahnya!" 

Diam-diam para ikhwan yang lagi reunian sama kita ngajuin proposal buat do'i. Nah jadi rejeki dia kan. Kita juga sekalian mengamalkan An-Nur ayat 32 ^^

Hobby
Kalau dia temen lama kita pasti tau lha kebiasaan dulu waktu di sekolah. Jika ia saudara inget momen wow si kecil maaf ini bukan iklan susu :p Bisa tuh jadi opening obrolan, buat basa-basi.

"Masih suka nulis, nggak?" Nah lebih adeumm kan basa-basinya.  Nggak melelahkan jiwa yang ditanya pula. 

"Alhamdulillah, Ta. Sudah punya antologi dan beberapa kali dipercaya jadi editor." Emang kamu yang ditanya, Fi? Kan ini masih simulasi :p

"Pas esema, kamu aktif di pecinta alam. Sekarang di kampus juga-kah?" 

Nostalgia masa lalu emang selalu seru. Apalagi kenangan yang menyenangkan. Kita bisa ngakak bareng lagi dibuatnya.

Topik Hits
Bisa juga ngobrolin yang lagi happening kayak buku paling bestseller atau penulis paling ngetop di tahun 2017. 

Asal jangan ngegosipin artis atau temen sendiri. Apalagi ditambah prasangka. Bahaya! Bukan cuma dosa. Tidak baik untuk dipraktekkan. Hal ini dapat merenggangkan hubungan antar manusia.

Biar tau topik paling hits kita kudu update berita. Sesekali pantengin republika, tempo, atau portal daerah. Siapa tau ada wisata baru yang ternyata deket banget sama kita. Kan bisa sekalian halan-halan hunting bareng.

Wefie-Groufie
Halo anak sekarang! Kalau kamu udah kehabisan ide, ponsel pintarmu bisa dijadikan alat basa-basi. Nyalakan kamera depan, pasang tongsis. Semua akan tersedot pasang gaya. Cekrek!

"Wuih keren yaa, hapenya berapa MP nih?
"Sini, aktifin bluetooth! Apa namanya?"

Weis, topik keren nih. Selanjutnya, mau pasang gaya apa? ^^

Akun Sosmed
Anak jaman sekarang siapa yanh nggak punya sosial media. Saat bertemu handai taulan, bisa nih dijadikan jurus andalan.

"Nomor WAmu berapa?
"Akun IGmu apa namanya, sini kufollow!"

Asyik kan jadi punya follower baru. Sama-sama senang dan nggak ada yang tersakiti pulang.

Memang lidah tak bertulang. Ia bisa tergelincir kapan saja. Tapi kitalah ratunya yang menentukan kekata yang mana yang harus meluncur. Apakah kekata penuh bebungaan atau dedurian tajam.

Qul khairan awil yasmut. Katakan yang baik atau diam begitu Islam mengajarkan.

Mood kita pun seringkali tak menentu, suka berubah laiknya bunglon yang saban berpindah tempat ia berbeda warna. Setiap insan yang percaya akan Tuhan, selayaknya kita meminta tuk selalu dikokohkan di jalan ketaatan penuh kebaikan.

Ya muqallibal qulub tsabbit qalbii 'ala diinik.

Ya Allah yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkan daku pada agamu. Aamiin.

Semoga kita tetap menjalin kekerabatan dan membangun komunikasi yang baik. Pertemuan yang membuat rindu bukan kekata basa-basi pilu.

#ODOP

Minggu, 06 Agustus 2017

Getting Ideas in the Stuck Moment


Ini bukan stuck in the moment with you. Tapi in the moment when kita yang awalnya doyan nulis lagi kehabisan ide. Bawaannya matung aja di depan layar tanpa ada satu kalimat pun tertulis.

No excuse, kata Pak Isa Alamsyah gitu. Nggak ada alasan untuk berhenti menulis biasanya. Apalagi alasannya hanya karena bad mood.

Tenang itu bisa diatasi. Piye caranya? Ini dia!

Ngeliat Foto
Saat kita nggak tau mau nulis apa, coba aja liat foto-foto lama. Ini bisa mendatangkan inspirasi baru lho. Seperti aku yang mulai kehabisan ide mau nulis apa lagi tentang pernikahan Teh Lia.


Ya, nengokin foto-foto pas acara mendatangkan kekata baru bagiku. Ada ekspresi atau detail yang bisa kita tambahkan dalam tulisan.

Buku
Baca buku adalah rujukan ketika kita membutuhkan ragam ilmu. Nah, pas  badmood, coba aja baca.


Nanti dari situ kita bisa parafrase atau retelling isi buku dengan bahasa kita. Sekedar untuk menambah referensi juga bagus. Biar tulisan kita makin bermutu.

Jalan-jalan
Tak mesti mendaki gunung lewati lembah, kita cukup hirup udara segar pergi keluar rumah. Beli deterjen di warung atau nyemil seblak di kedai sebelah.


Rasa yang kita dapat ataupun pemandangan di jalanan bisa jadi tulisan baru.

Blogwalking
Bener memang. Kita nggak punya alasan untuk badmood karena orang yang sudah berkomitmen tidak akan memedulikan ini. Karena kita sudah punya target, punya rencana maka semua harus kembali dilakukan sesuai planning awal.

Jalan-jalan ke blog mentemen dan dapatkan inspirasi dari tulisan mereka. Sekalian silaturahim.


Nonton Film
Inspirasi bisa datang darimana saja. Tergantung kita peka atau nggak menangkapnya. Termasuk waktu seseruan nonton film.

Adegan-adegan lucu atau hikmah tersembunyi di balik bisa jadi bahan baru untuk tulisan.
Tak ayal orang yang lagi nulis fiksi romance misalnya maka nontonnya film serupa macam Kimi no Nawa.

Peka
Seperti yang kusebutkan sebelumnya. Harus peka melihat peluang datang. Bahkan angin yang berbisik lembut adalah ide segar yang menenangkan.

Kejadian yang bisa dijadikan puisi, prosa atau bahkan hukum gravitasi. Seperti Newton yang duduk rehat di bawah pohon apel. Dia bisa menjadikannya sebuah teori.

Tuuh kan nggak ada alasan sebenarnya. Kalau ada mungkin itu hanya rasa malas atau bisikan setan yang kita turuti kemauannya.

Sekian. Semoga kita makin peka dengan keadaan sekitar. Dan inspirasi yang datang menjadi tulisan mencerahkan.
Yuk!

#ODOP


Sabtu, 05 Agustus 2017

Di Bandung ke Mana Ajah?

Tiba di Bandung nggak mungkin berhenti sebentar ke tempat-tempat kece. Apalagi wisatanya banyak. Enaknya ke mana ajah ya? Nah, mungkin ini bisa jadi referensi. Yuk!

kue-balok.blogspot.com
Alun-alun
Pergi ke jantung kota. Melihat bagaimana indahnya suasana. Di alun-alun ini banyak tempat yang bisa menjadi tujuan. Gedung sate, pergi ke jalan Asia-Afrika, dan banyak taman-taman bertema dari jomblo dan lansia di sekitar situ. Enaknya lagi ada sepeda yang bisa disewa.

wisatajabar.com
Begonia!
Pecinta bunga wajib datang ke sini nih. Bermain di antara kembang. Berkenalan dengan berbagai macam jenis bebungaan.

ragamwisandkulinerindo.blogspot.com
Floating Market
Ini nih pusat jajanan khas Bandung. Mulai cilok, batagor dan sebangsanya, ada! Uniknya semuanya dijual ala pasar apung. Belinya bisa sambil naik perahu. Atau bisa juga berjalan jika tempatnya tepat di pinggir danau.

http://waterwaterfall.blogspot.com/2014/11/kebun-strawberry-ciwidey.html
Kebun Teh-Stroberi
Tempat dingin seperti Bandung pasti punya dong wisata kebun macam ni. Dan ada memang di daerah Ciwidey. Asyik deh. Yasmin, adik Teh Lia mau katanya nemenin kita ke sini. Yosh!

Itu saja sepertinya yang baru menarik perhatian. Aslinya, pasti banyak yang keren-keren. Kalau kamu pernah main ke tenpat kece bolehlah drop tempatnya dan apa serunya di sana.

Akhwat Yasmin belum nentuin juga dari beberapa tempat di atas mana saja yang fix mau didatengin. Santai saja deh dulu. Nanti kalau jodoh, pasti kita kan tiba di tempat itu.

Kalau uang masih cukup, tenaga masih ada boleh main juga ke Farm House, teropong bintang di Boscha, atau ke kampus-kampus terdekat sekalian observasi tempat pendidikan selanjutnya macam Universitas Padjajaran, atau Universitas Pendidikan Indonesia.

Semoga saja budget dan tenaganya cukup.

Sekarang nulis #ODOP5 dulu buat #BloggerMuslimahIndonesia. Yang penting planning aja dulu, jalan tidaknya biar Allah tentukan kemudian. Yosh!




Jumat, 04 Agustus 2017

Things to Do on the Train [Yasmin Goes to Bandung #2]

Menurut tiket yang kita terima, rombongan akhwat traveller Yasmin akan berangkat 8:10 dan tiba di Bandung 23:25. Jadi perjalanan kereta dari Stasiun Gubeng Surabaya menuju Stasiun Kiaracondong memerlukan waktu 15 jam.

A log journey we have on the train. Pasti dong sudah kebayang gimana suntuknya duduk-duduk di kereta tanpa melakukan kegiatan apapun. Dan kalau nggak dibawa fun bisa bikin kamu tambah sakit punggung.

Beberapa hal di bawah ini dapat kamu lakukan untuk mengatasi rasa jenuh di kereta. Contekan biar perjalananmu nggak membosankan. Check these out!



Nyemil
Lima belas jam perjalanan tanpa cemilan itu rasanya taman tanpa bunga-bunga. Oke, bolehlah kamu berpuasa, tapi you have not to take that's long.

Isilah tasmu dengan makanan ringan. Seperti roti, biskuit, atau kerupuk dan temannya keripik biar travellingmu makin kriuk. Kalau masih bisa dipersiapkan boleh bekal nasi juga.
Nggak mungkin dong kita jalan-jalan tapi keburu kehabisan tenaga di kereta. Whoaa, bisa jadi nggak semangat lagi tuh karena konser tunggal di perut.

Nonton
Kalau ranselmu nggak berat bolehlah bawa laptop. Kulihat ada beberapa orang di kereta yang sibuk dengan komputer personal mereka.

Karena jauhnya perjalanan, boleh tuh sambil dibawa nonton. Nggak mesti di lappy, kamu juga menaruh film keren di hape. Ponsel sekarang kan sudah canggih-canggih tuh. Bisa ditancepin flashdisk OTG. Atau bisa juga ditaro di memori hape.

Baca Buku
Nah, sebelum berangkat, pilihlah buku bacaan yang menarik. Kalau bisa cari yang handy. Biar pegangnya mudah dan nggak berat. 


Bacaan ringan saja, novel ataupun buku humor. Cari deh buku yang kamu suka.

Ngaji
Akhwat traveller nggak boleh lupa nih. Abis jama' sholat di kereta, mushaf adalah temen yang harus diajak berinteraksi. 


Karena perjalanannya masih lama, lumayan lho kalau bisa sampai sejuz-dua juz.

Main
Seru-seruan aja. Dibawa have fun. Main ABC ada berapa, kuis atau tebak-tebakan apa gitu. Sambil melibatkan mobil lewat, pohon kelapa. Bawa buku teka-teki malah bisa jadi alternatif.


Kalau di hapemu ada games, bisa tuh dimainin juga. Adu poin sama travel mate di sebelah. Ajakin seseruan bareng. Ayo kita bersaing!

Kenalan
Kalau kita sebangku sama orang asing bolehlah diajak kenalan. Biar makin banyak relasi. Kita kemaren main-main sama adik kecil. Ketemu sama orang Madura juga yang kebetulan sebaris. Ada akhwat dari Sumatera juga. Mereka sama mau halan-halan.

Orang-orang baru, cerita baru.


Itu dia ide, hal-hal asyik yang bisa jadi contekan kalau perjalananmu lumayan panjang. Tak hanya di kereta, di pesawat atau bus juga bisa dipraktekkan. Gimana kamu-lah biar nggak garing.

Kalau mau cepat sampai, perjalanan malam bisa dipilih. Karena Allah melipatkan jarak di kala gulita. Di kereta kita tinggal bobo aja. 

Nyampenya udah pagi.

Anyway, kita para akhwat traveller dari Yasmin, tiba di Kiaracondong jam 23:31. Dan alhamdulillah dijemput Ibu-Bapah Teh Lia. Sang penganten yang mau halal besok Ahad. Doakan biar si pangeran lancar bilang qabiltunya dan kita bisa kompak bilang 'saaaah'.


NB: Kalau masih bete juga di kereta bisa kayak aku, nulis  blogpost sambil ikutan #ODOP #BloggerMuslimahIndonesia sambil motret candid mentemen. Biasanya kalo candid mereka pada suka. Soalnya lebih natural gayanya, ceuna rarencangan kitu da.




Kamis, 03 Agustus 2017

Rempongnya Akhwat Travellers [Yasmin Goes to Bandung #1]

Alhamdulillah, salah satu anggota Yasmin akan menyempurnakan separuh agamanya. Iya, Teh Lia esok lusa akan halal, pemirsah. Doakan ya semoga lancar.

Then that's the reason why kita para warga Yasmin sudah rempong sejak jauh-jauh hari. Dan ini, aku bisikin bagaimana kita-kita riweuh menyiapkan segalanya.

Dua Bulan Sebelum Hari-H
Pas dari sebelum puasa anak-anak sudah saling kode. Pokoknya yang mau nikah kudu ngabarin kita jauh-jauh hari. Biar bisa nabung. Apalah kita kan para freelancer. Uangnya mesti diirit-irit untuk tabungan masa depan.


Bulan Juni, akhirnya tanggal diumumkan. Tapi exclusive news cuma diudarakan di Yasmin. Yosh, makin gencar kita nabung.

Jadi ada yang nabung diam-diam dibalik jobreview, fee translator, bikin desain. Alhamdulillahi bini'matihi tatimmus shalihat.

Maka akhirnya jadilah kita ngerencanain trip to Bandung. Akhwat-akhwat rempong, haha.

Tiket-Akomodasi
Pesan tiket sekarang mah bisa di mana saja. Di platform jalan-jalan juga banyak yang bisa. Tapi aku sendiri belinya di toko terdekat.


Bisa ditebak rempongnya karena aku belinya di Kota Gerbang Salam dan mentemen di Kota Pahlawan, maka kita gerbongnya pisah. Mereka tiga, aku satu. Jauh sekali bukan.

Ada beberapa hal yang membuatnya demikian.

Tas sudah kuisi novel tebal biar nggak bengong sendirian. Camilan sudah siap dari malam sebelumnya.

Kan katanya akhwat setrong. Yosh!

Kado
Meski anak kampus sedang liburan --kecuali thesis fighter tentunya-- kontrakan Yasmin ramai. Penuh barang.


Sedari sore, mentemen aktifis kampus yang kebetulan satu organisasi berdatangan. Titip kado. Sedangkan malamnya, kita yang kerempongan bungkus. Punya kita sendiri malah belum disiapin.

Jadi suasana Yasmin semalam.
Ada yang nulis surat..
Seterika hingga packing baju..
Belanja cemilan..
Dan bungkus kado yang belum terselesaikan.


Riweuh deh. Mulai kertas kado yang kurang, motifnya childish, hadiahnya gede dan butuh kertas yang sama. Gitu lah, akhwat-akhwat rempong.

Kostum
Katanya sih ini paling krusial karena kita mau pergi mantenan. Tapi tetep syariat yang menjadi prioritas.


Mau pakai yang itu, sepertinya menarik perhatian. Bling-bling memusingkan. Terus nggak jadi. Mau yang ini rasanya seperti emak-emak. Padahal kita mah juga calon bunda :D

Mau pakai yang satunya, lha bajunya samaan. Gitu deh. Selera masing-masing ikut andil dalam menentukan.

Yo sak karep wes. Yang penting bajunya yang longgar yo. Nggak boleh ketat atau nerawang. Kudungnya juga minimal menutup dada.

Semuanya kita satukan. Soalnya nanti bakal pegel gendong-gendong tas.

Tapi teteup aja banyak ternyata bawaanya, haha.

Menuju Kereta
Menaiki motor, kita berempat diantar ke Stasiun Gubeng Surabaya. Ya, akhirnya hanya segitu yang ikutan. Soalnya ada yang lagi KKN, nggak bisa ninggalin skripsi, mondok pas liburan ataupun yang harus berada di kampung halaman.


Bersama para jagoan yang handal kita ngebut lewat Suramadu. Wuz, wuz! Tapi sempat terhenti karena ada kado yang terjatuh. Meski rempong kita kan akhwat setrong. Jadi si kado imut itu kembali lagi bersama :D

Sampai di stasiun, kereta datang masih sejam lagi. Jadi ada waktu untuk cipika-cipiki sama power rangers dan registrasi ulang.


Menuju monitor kita scan barcode, cetak tiket dan menunggu. Berkenalan di kanan-kiri sambil jagain barang yangt bejibun.

Kereta menuju Kiaracondong berangkat jam 08:15 dan 07:30 kita sudah siap-siap diperiksa tiketnya melewati garis pemeriksaan pakai KTP.


Drama Gerbong
Aku sudah bersiap untuk patah hati sama insiden beda gerbong. Namun sebelum say good bye sama mentemen, angkut-angkut barang dulu. Kita putuskan, bawaan berat dikumpulkan di gerbong tiga.



Mbak Yul malah siap nemenin di gerbong satu. Soalnya penumpang sebangku nggak mau diajak tukeran.

Jadilah setelah barang ditaro di bagasi, aku siap hijrah ke gerbong satu ditemani Mbak Yuli. Di sana penumpangnya satu rombongan ternyata. Jadi nggak bisa lobi-lobi.

Mbak Yul balik lagi ambil tas di gerbong sebelah. Jadi Mbakku yang paling kusayang itu memutuskan untuk duduk bersamaku saja di gerbong satu. Soalnya rombongannya suka bully.

Tapi bukan Mbak Yul kalo nggak bisa menyatukan hati dua insan. Eh :D

Ada kabar baik dari gerbong tiga, satu kursi kosong tersedia untukku. Yeay! Alhamdulillah ♡


Kini para akhwat sudah rehat menikmati pemandangan. Di satu gerbong yang Allah sediakan.

Semoga kita nggak semakin rempong, hoho.

Tunggu kami, Bandung!

Ditulis di Yasmin-Stasiun Gubeng-Kereta Pasundan menuju Bandung. Saat ini masih di Stasiun Caruban.

#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia